5 Metode Akurat Mengukur Kinerja Karyawan


Jangan sampai, Anda yang bekerja sebagai personalia atau di Human Resource Departement (HRD), salah langkah dalam mengukur kinerja karyawan. Tentunya Anda tidak ingin mempekerjakan karyawan yang ternyata tidak memiliki dampak bagi perusahaan. Atau bahkan, hanya membuat perusahaan merugi karena mengeluarkan uang untuk memberi upah pada karyawan tersebut. Lalu, bagaimana cara mengukur kinerja karyawan dengan baik?

Tentunya, agar Anda bisa memastikan, karyawan mana yang harus dipertahankan dan dilepas dari perusahaan. Sejatinya, ada 5 metode yang akurat dalam mengukur kinerja karyawan. Pastikan Anda sudah melakukannya agar tidak salah langkah. Berikut ulasannya.

1. Evaluasi dari berbagai sumber

Sebagai karyawan, tidak hanya soal pekerjaan yang menjadi tolak ukur. Anda perlu mengetahui, seberapa bagus attitude atau kepribadian karyawan. Jangan sampai, Anda mempekerjakan seseorang yang membawa keburukan dari dalam, atau menggerogoti layaknya ulat di dalam buah. Anda bisa mulai melakukan evaluasi dengan melihat feedback atau timbal balik dari berbagai pihak terkait karyawan tersebut. Evaluasi dari berbagai sumber, atau feedback 360 derajat ini akan sangat bermanfaat untuk riset Anda. 

Lebih baik, Anda bisa menggalih informasi dengan cara pendekatan di berbagai pihak, agar pihak terkait tidak merasa seperti sedang diinterogasi. Anda bisa memulai dari atasan langsung, rekan kerja hingga office boy di kantor yang tidak ada hubungan langsung dengan karyawan.

Pastikan, banyak orang menganggap karyawan Anda memiliki sikap yang baik. Hal ini akan berpengaruh pada profesionalitas dan tanggung jawab dalam pekerjaannya.

2. Teliti kemampuan dalam memanfaatkan jam kosong

Telitilah, seberapa efektif karyawan Anda menghabiskan jam kosongnya. Misal, tidak ada lagi pekerjaan yang bisa ia lakukan setelah deadline sudah di selesaikan. Perhatikan,  atau pantau laporan kerjanya. Adakah upaya dari dia untuk melakukan berbagai hal positif?

Misal, belajar hal lain atau memperbarui pengetahuan. Bisa terkait produk dan jasa di perusahaan Anda. Apakah karyawan hanya membuang-buang waktu dengan bermain media sosial, internet dan sebagainya yang tidak berhubungan dengan pekerjaan. Pastikan bila Anda memiliki karyawan kreatifitas yang bisa membangun perusahaan dan meningkatkan kemampuan diri untuk perusahaan.

3. Mengukur produktivitas secara kuantitas

Penting bagi Anda, untuk mengukur secara jelas, terkait apa yang sudah dikerjakan oleh karyawan. Contoh, seberapa besar penjualan yang bisa ia capai, seberapa cepat ia bisa menyelesaikan tugas? Sesuai deadline atau tidak?

Termasuk, peningkatan kerja yang dihasilkan. Apakah menunjukkan progress yang meningkat atau hanya diam di tempat. Jadi, tetapkan dahulu, indikator yang memiliki angka penilaian atau target angka. Tentunya sesuai dengan kinerja atau job desk karyawan. 

4. Antusiasme dalam Berkontribusi

Lihat semangat kerja dari karyawan Anda. Bagaimana cara melihatnya?

Anda bisa melihat dari kualitas pekerjaan dan kemampuan karyawan dalam menyelesaikan tugas. Terapkan deadline kerja untuk karyawan Anda, selama satu minggu ke depan atau satu bulan ke depan. Namun, jangan hanya mengukur ketepatan deadline kerja, namun juga kualitas pekerjaannya. Akan menjadi hal yang menggembirakan, bila deadline dapat tercapai dengan tepat dan kualitas pekerjaan yang baik pula. 

Karena itu, Anda bisa melihat semangat kayawan dalam memberikan kemampuan terbaiknya. 

5. Tingkat kedisiplinan karyawan

Hal terpenting untuk melihat seberapa besar tanggung jawab seorang karyawan atas tugasnya adalah kedisiplinan. Karena dari metode pengukuran kinerja karyawan, membutuhkan waktu dan riset kecil. Namun untuk kedisiplinan, Anda bisa mengukurnya dengan ketepatan waktu karyawan dalam mengerjakan tugas atau datang ke kantor. Apalagi saat ini, banyak mesin absensi yang mempermudah Anda sebagai personalia atau yang bertanggung jawab di bidang Human Resource Departement (HRD). Anda bisa melakukannya dengan praktis dan cepat. Pastikan Anda, memiliki karyawan yang menghargai waktu, maka dia akan menghargai tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

Jadi, metode dalam mengukur kinerja karyawan ini sangatlah penting. Karena karyawan yang produktif akan membuat perusahaan juga menjadi lebih produktif.


Share this info