6 Strategi Bangkitkan Bisnis Lesu Usai Pandemi



Meski pandemi Covid-19 tidak bisa dibilang sudah usai, namun transisi tatanan hidup baru atau new normal ini menjadi pertanda baik untuk memulai membangkitkan usaha. Dengan kebijakan baru ini, industri bisa kembali bernafas dan memperlonggar ruang geraknya.

Setelah berbulan-bulan harus terkungkung oleh pandemi Covid-19, Anda bisa menerapkan 6 strategi ini untuk membangkitkan bisnis yang sempat lesu:

1. Bersikap dinamis. Hal penting yang harus diperhatikan dari transisi new normal ini adalah pembaruan kebijakan dan gaya hidup baru. Masyarakat akan mulai menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, seperti: memakai masker, face shield, tempat cuci tangan, hand sanitizer, hingga peraturan penggunaan lokasi 50% dari kapasitas. Sebagai pelaku bisnis, Anda harus paham dan mengikuti dinamika gaya hidup serta kebijakan tersebut, termasuk terbiasa menerapkan work from home yang masih perlu diterapkan.

2. Strategi marketing baru. Perhatikan kemampuan dari Sumber Daya Manusia (SDM), fasilitas, biaya, dan semua pendukung perusahaan dalam melakukan strategi marketing. Pastikan biaya untuk marketing Anda tidak melebihi 50% dari jumlah kekayaan atau kemampuan SDM yang ada. Tujuannya, tentu untuk mengimbangi posisi bisnis yang belum berdiri tegak untuk mengantisipasi kerugian. Setidaknya, hal ini membuat bisnis Anda dalam posisi aman.
Anda bisa memulai strategi baru seperti: marketing online, media sosial, media online, media konvensional, menjaring mitra, peningkatan pelayanan dengan mesin atau teknologi yang memudahkan transaksi, termasuk terus meningkatkan urusan laporan dan evaluasi kerja terkait pemasaran.

3. Memperluas mitra. Percayalah! Bahwa bukan hanya bisnis Anda yang sedang mengalami ‘masalah’ saat puncak pandemi berlangsung. Namun sebagian besar bisnis juga mengalami hal yang sama. Anda bisa menggaet lebih banyak mitra (yang bernasib sama) untuk memperluas jangkauan produk Anda (brand) sekaligus sebagai jalan peningkatan penjualan. Tak harus dengan mitra yang berada di satu kalangan saja, namun tentukan target mitra yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Kembalilah mengevaluasi mitra kerja sama Anda, kemudian buat peta, dan bangun satu per satu mitra baru Anda. Hal ini berlaku untuk menguatkan bisnis di berbagai jenjang.

4. Meningkatkan Promosi. Membangunkan bisnis yang lesu, beda tipis dengan membangun bisnis mulai dari ‘0’. Jangan ragu untuk meningkatkan promosi produk atau jasa Anda. Tentunya dengan memperhatikan kapasitas SDM, fasilitas, dan biaya usaha.
Bagaimana caranya?
Evaluasi promo yang sudah Anda lakukan, kemudian buat peta promosi usaha. Anda bisa menggunakan promosi yang sudah dilakukan sebelumnya, hanya saja intensitasnya yang ditambah. Bila dirasa hasil evaluasi promo sebelum pandemi tidak efektif, maka Anda bisa menggunakan model promosi baru dengan intensitas yang tinggi. Karena hal ini penting untuk mengembalikan brand yang sempat terlupakan.

5. Tumbuhkan bisnis baru. Sebuah bisnis pastinya memiliki banyak turunan produk atau jasa yang saling berkaitan. Anda bisa mencoba dengan memperbanyak produk atau jasa yang Anda jual. Upayakan, produk atau jasa baru yang Anda tawarkan masih berkaitan dengan bisnis utama Anda. Mengapa? Sebab dengan bisnis baru, maka rantai usaha Anda semakin panjang. Asumsinya, bisnis B, C, D pada akhirnya akan kembali membutuhkan bisnis A (utama) untuk melengkapinya.

6. Menjual aset yang tidak diperlukan. Tak semua pihak bisa merelakan asetnya dijual dengan alasan investasi atau dapat digunakan lain kali. Namun di kondisi yang terjebak pandemi, hal ini akan sangat membantu untuk kembali menyegarkan kondisi finansial perusahaan atau usaha Anda.
Hasil penjualan aset yang sudah tidak diperlukan, dapat dialokasikan untuk memaksimalkan pelaksanaan 5 poin di atas.

 

Itulah 6 strategi yang harus segera Anda terapkan, agar usaha tidak terlarut-larut dalam kelesuan. Mulailah saat ini! Atau usaha Anda akan kehilangan kesempatan untuk kembali bangkit. 

Share this info