Cara Efektif dan Sederhana Mengelola Stok Barang

Bagi perusahaan yang memiliki banyak cabang, mengelola stok barang merupakan salah satu tantangan besar. Pasalnya, mengontrol keluar-masuknya pasokan barang dan memonitor persediaan barang di berbagai cabang bukanlah hal yang mudah dilakukan. Terlebih lagi jika Anda menjalankan bisnis retail yang memiliki banyak barang dengan item atau jenis barang hingga ribuan, maka hal ini sudah pasti akan sangat memusingkan.

Stok barang di gudang sangat berkaitan dengan penjualan, maka manajemen gudang yang baik sangat berperan penting dalam kelangsungan bisnis Anda. Saat stok persediaan barang di gudang tidak sesuai dengan penjualan, hal ini akan memberikan dampak berupa kerugian, baik kerugian akibat penjualan yang gagal ataupun kerugian akibat persediaan barang di gudang yang terlalu banyak. Oleh karena itu, berikut ini beberapa cara sederhana yang dapat Anda gunakan dalam mengelola stok barang di gudang secara benar dan teliti.

Siapkan Data Se-akurat Mungkin

Poin utama dalam semua hal yang berkaitan dengan manajemen ialah data yang akurat. Untuk mempersiapkan data stok barang, Anda harus mampu melakukan pencatatan seakurat mungkin, seperti input stok masuk dan stok keluar. Kegiatan ini bertujuan agar Anda dapat mengetahui data stok barang per periode dan menentukan target pemasaran serta perkiraan (forecast) penjualan periode berikutnya.

Perkiraan Persediaan Stok (Forecast)

Setelah data stok barang Anda terkumpul, Anda dapat membuat perkiraan persediaan stok barang yang dibutuhkan. Anda dapat membuat dan menentukan perkiraan berapa jumlah barang yang Anda butuhkan pada periode ini. Dalam membuat perkiraan atau forecast ini, Anda juga harus mempertimbangkan jadwal persediaan barang itu sendiri. Dalam kata lain, Anda harus menentukan jadwal pembelian stok barang dan jadwal kapan persediaan barang tersebut akan keluar dari gudang.

Melakukan Pengecekan Barang

Pastikan Anda selalu melakukan pengecekan barang sebelum memasuki gudang penyimpanan. Dalam proses ini, Anda dapat memberi kode untuk mengetahui apakah barang Anda telah lolos dari kecacatan, salah produksi, dan hal lainnya sebelum Anda menyimpan barang tersebut. Barang dengan kondisi yang cacat dapat dikumpulkan dalam satu tempat dan berikan tanda atau catatan kecil.

Pisahkan Stok Baru dan Stok Lama

Mencampur aduk stok baru dan stok lama akan membuat Anda bingung ketika melakukan pencatatan dan pengecekan stok barang. Sebaiknya Anda memisahkan stok lama dan stok baru untuk mempermudah perhitungan jumlah stok lama yang sudah terjual dan yang belum terjual. Sediakanlah tempat khusus untuk stok barang yang baru, dengan begitu barang Anda tidak tercampur dengan stok lama.

Melakukan Pendokumentasian & Stok Opname Rutin

Lakukan pencatatan secara rutin setiap ada barang yang masuk, pindah tempat, dan barang keluar. Anda dapat melakukan stok opname secara berkala sesuai kebutuhan dalam melakukan manajemen stok barang di gudang. Stok opname merupakan proses penghitungan fisik barang dagangan dan persediaan secara berkala yang kemudian hasilnya dibandingkan dengan jumlah yang ada di dalam catatan persediaan.

Kelima cara di atas dapat Anda terapkan dengan mudah untuk mengelola stok barang di gudang. Pastikan juga Anda telah menggunakan sistem pencatatan dan inventaris yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, seperti barcode scanner Logic. Dengan menggunakan barcode scanner Logic, sistem pencatatan stok barang menjadi lebih efektif. Sistem pencatatan yang baik akan menjadi aset bisnis dan membuahkan berbagai keuntungan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai fitur barcode scanner yang memudahkan Anda dalam mengelola stok barang, dapat Anda lihat di sini Logic OD-70, Logic CH-80, Logic LS-30, Logic LS-30A.

Share this info