Kerja di Zona Nyaman Benarkah Membuat Nyaman?

Zona nyaman. Anda pasti sering mendengar atau membaca artikel tentang dua kata ini. Banyak orang menganggap zona nyaman adalah zona di saat Anda hanya diam saja tidak ingin melakukan perubahan apa pun (mengerjakan hal monoton terus-menerus) alias malas tanpa ada keinginan untuk berkembang. Bahkan teman dan kerabatmu menyarankan untuk segera meninggalkan zona ini agar Anda bisa mencari peluang kerja yang lebih menjanjikan dan meraih kesuksesan. Namun, apakah benar seperti itu? Jadi, salah kalau memilih bertahan di zona nyaman?

Kalau ditelusuri lebih dalam, tidak ada salahnya Anda terus berada di zona nyaman selama masih ada kesempatan untuk mengembangkan diri. Ada seorang penulis bernama Megan Dhaum dalam bukunya yang berjudul “The Unspeakable and Other Subjects of Discussion”. Menurutnya, kunci sebuah kepuasan hidup terletak pada keberhasilan Anda hidup semaksimal mungkin dalam batasan zona nyaman. Kalau diumpamakan, tetap berada di perairan nyaman tapi cobalah untuk menyelamlah lebih dalam. Misalnya, Anda masuk ke posisi staf gudang dan disuruh ikut menata barang. Tapi Anda tidak pandai melakukan hal itu, maka jangan terlalu memaksakan diri. Daripada tidak rapi dan jadi kerja dua kali untuk menata lebih rapi, bukan? Cara menghadapi situasi ini, bantulah mengangkat barangnya, mintalah bantuan atau arahan dari rekan lain untuk menata lebih rapi. Bisa juga dengan membantu mencatat keluar masuk barang ke gudang. Dengan begitu, Anda bisa konsentrasi menjadi orang terbaik dalam bidang yang disukai dan dikuasai.

Jadi, salah kaprah kalau zona nyaman disebut juga zona malas.  Anda justru bisa fokus menggali potensi terbaik dalam batasan kenyamanan. Masih tidak percaya? Coba lihat Lionel Messi yang masih setia pada klub sepak bola FC Barcelona semenjak dia kecil hingga sekarang tidak pernah pindah ke klub lain. Lalu, ada juga Walt Disney yang merupakan seorang seniman dan animator terkenal. Dulunya beliau dianggap tidak bisa menggambar, namun beliau menyukainya dan terus melakukannya karena sudah nyaman. Artinya konsistensi dan ketekunanlah yang membuat seseorang menjadi sukses. Ditambah juga dengan kenyamanan karena membuat Anda mengerjakan sesuatu dengan sepenuh hati dan sejalan dengan passion.

Share this info