Ketahui Apa Saja Koneksi Barcode Scanner


Penggunaan alat pembaca kode batang atau Barcode Scanner pada setiap usaha baik yang bersifat profit maupun non-profit kini menjadi begitu penting. Pemanfaatan barcode dalam dunia usaha pun semakin luas, mulai dari POS (Point Of Sales); inventori retail dan gudang; distribusi; industri otomotif; kearsipan pemerintahan; kartu identifikasi; papan sirkuit; informasi pada surat izin mengemudi; pabrik; paket logistik; industri transportasi; bidang kesehatan seperti pada laboratorium foto dan peralatan operasi bedah; pendidikan seperti pada perpustakaan; komponen alat elektronik terutama yang bentuknya sangat kecil; pelabelan rak di toko swalayan; peralatan telekomunikasi; tiket pesawat; tiket kereta api; tiket konser; studio foto; bidang konsumen industri periklanan dan hiburan seperti kode pembayaran, voucher belanja, log-in ke website, enkripsi data dan masih banyak lagi.


Manfaat Barcode Scanner di Bidang Usaha Profit dan Non-Profit

Setiap bidang usaha baik yang bersifat profit maupun non-profit bisa memanfaatkan teknologi pelabelan menggunakan barcode yang didukung dengan penggunaan alat pemindai barcode atau Barcode Scanner karena adanya beragam manfaat penting, seperti:

  • Proses transaksi bisa dilakukan dengan lebih mudah dan cepat tanpa terjadi risiko antrean yang lama, kasir salah hitung jumlah dan harga produk yang harus dibayarkan customer, serta menambah kesan usaha yang kredibel dan modern di mata customer.
  • Manajemen inventori gudang yang baik, sehingga lebih hemat waktu, meminimalisir kesalahan input data karena faktor human error, mudah memantau persediaan barang agar tidak terjadi over stock atau persediaan barang berlebih maupun out of stock atau kehabisan persediaan, serta mempermudah pembaruan informasi produk seperti tanggal kadaluwarsa, jumlah stok dan harga.
  • Mempercepat proses akses data atau berbagai informasi yang dibutuhkan.
  • Pengarsipan berbagai dokumen yang lebih rapi.
Pada umumnya barcode yang digunakan saat ini berjenis 1D seperti: UPC-A, UPC-E, EAN-13, EAN-8, Code 39, Code 128, ITF (Interleaved 2 of 5), Code 93, Codabar, GS1 Databar, MSI Plessey, Code 11 dan Industrial 2 of 5, atau 2D seperti: QR Code, Datamatrix Code, PDF417 serta AZTEC. (BACA JUGA: MENGENAL JENIS-JENIS BARCODE)

Sedangkan untuk Media yang digunakan untuk pelabelan barcode ini pun juga berbeda-beda. Ada barcode yang dicetak di aneka macam kertas, plastik, serta berupa tampilan di layar LCD komputer atau smartphone.

Masing-masing bidang usaha memiliki kebutuhan yang berbeda akan barcode yang digunakan. Dari sinilah muncul berbagai macam alat pemindai barcode atau Barcode Scanner yang berbeda-beda pula sesuai jenis barcode, media pelabelan dan pemanfaatannya. Perbedaan jenis Barcode Scanner tersebut meliputi bentuk, seperti: Handheld, Omnidirectional, Mobile Computer, In-Counter, Fixed Mount dan masih banyak lagi (BACA JUGA: MACAM-MACAM TIPE BARCODE SCANNER), serta perbedaan dalam unsur interface atau yang biasa disebut juga sebagai communication atau koneksi.


Macam-Macam Koneksi Barcode Scanner
Interface atau yang biasa disebut juga sebagai communication atau koneksi pada Barcode Scanner merupakan media penghubung antara alat pemindai barcode dengan komputer atau laptop.

Untuk saat ini, ada 3 macam koneksi yang paling umum digunakan pada Barcode Scanner dengan karakteristik, cara pengkoneksian dan keunggulan yang berbeda-beda pula, antara lain:
  1. Kabel USB
  2. Kabel Serial RS-232
    • Cara Menghubungkan: Sambungkan kabel serial RS-232 pada barcode scanner ke mesin kasir untuk mengirim data hasil pindaian barcode.
    • Keunggulan:
      • Ideal untuk pemakaian di area terbatas, seperti area kasir.
      • Menjadi pelengkap operasional mesin kasir KCR-181SW untuk memudahkan kegiatan yang melibatkan mesin kasir di dalamnya.
    • Contoh Produk: Logic LS-31S.

  3. Wireless
    • Cara Menghubungkan: Sambungkan Wireless Receiver ke komputer atau laptop maka barcode scanner dapat digunakan tanpa install driver secara manual.
    • Keunggulan:
      • Dibekali dengan Wireless Receiver dengan jangkauan hingga 100 meter sebagai pengganti kabel yang terhubung ke komputer atau laptop. Penggunaan kabel USB lebih pada tujuan untuk pengisian daya.
      • Portabel karena tanpa kabel sehingga mudah dibawa hingga ke area yang cukup jauh, proses scanning barcode lebih cepat dan akurat.
      • Tidak perlu terhubung dengan listrik ketika digunakan karena alat dapat menyimpan daya listrik.
      • Mengurangi risiko terjadinya korsleting listrik pada baterai yang berpotensi memicu kebakaran.
      • Ideal untuk penggunaan di area yang luas seperti pergudangan atau retail.
    • Contoh Produk: Logic LS-34W, Logic QR-80W.
Itulah 3 macam koneksi yang paling umum digunakan pada Barcode Scanner dengan karakteristik, cara pengkoneksian dan keunggulan tersendiri yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Pemilihan Barcode Scanner berdasarkan perbedaan jenis koneksinya ini sebaiknya mempertimbangkan area dan aktivitas scanning yang dilakukan.

Share this info