Langkah Tepat Amankan Rumah dari Penjahat

Kejahatan yang menyasar rumah, baik yang dalam keadaan kosong maupun berpenghuni nampaknya mengalami tren yang masih tinggi. Padatnya bangunan dan banyaknya penduduk di permukiman nyatanya tidak menjamin keamanan sebuah hunian. Apalagi bagi yang tinggal di lingkungan dengan sikap individualisme tetangga yang cukup tinggi, maka ini menjadi sebuah kelemahan yang bisa dengan mudah dimanfaatkan oleh para penjahat untuk melancarkan aksinya. Ditambah lagi dengan posisi rumah yang menyulitkan pengawasan dari tindak kriminal, tentu akan semakin beresiko tinggi memunculkan kemungkinan terjadinya tindak kriminalitas. 

Fakta kehidupan sosial tentang kesibukan warga untuk bekerja atau beraktivitas di luar rumah kerap menyita waktu untuk saling peduli antar tetangga. Petugas keamanan seperti satpam atau hansip pun tak selalu dapat mengawasi setiap rumah dalam satu komplek hunian. Tentu dikarenakan kemampuan tersebut terbatas. Berdasarkan laporan statistik kriminal 2017 didapati fakta bahwa terjadi satu kasus kejahatan rata-rata setiap 11 menit 59 detik. Dari keseluruhan kasus kejahatan tersebut ternyata pembobolan atau perampokan rumah menempati posisi 3 besar dari 22 kategori tindak kriminal. 

Kasus pembobolan atau perampokan rumah yang masih sering terjadi tidak terlepas dari kepiawaian pelaku melihat kebisaan warga. Bahkan yang sangat memprihatinkan, seringkali dalam kasus pembobolan atau perampokan rumah, penjahat tak segan untuk melukai bahkan menghilangkan nyawa orang yang ditemuinya di dalam rumah. 

Sudah saatnya ambil langkah tepat untuk mengamankan rumah dari para penjahat, seperti berikut ini:

1. Menghidupkan Poskamling

Pos keamanan lingkungan atau yang biasa disingkat Poskamling merupakan salah satu langkah untuk menjaga keamanan lingkungan sekitar permukiman. Untuk menghidupkan poskamling tentu dibutuhkan energi, waktu serta biaya yang bisa dimaksimalkan dengan memperbanyak anggota satpam atau hansip yang mampu berjaga 24 jam secara bergantian tentunya. Atau, jika memungkinkan ada beberapa warga yang mau secara bergantian bertugas menjaga keamanan lingkungan permukiman juga bisa menjadi solusi. Akan tetapi biasanya untuk pilihan yang kedua ini cukup sulit dilakukan mengingat masing-masing warga memiliki kesibukan tersendiri yang wajib ditunaikan. Namun setidaknya setiap warga lebih berani menegur orang yang mencurigakan di sekitar permukiman. 

2. Memasang Portal Penghalang

Pada pintu masuk atau gerbang permukiman sebaiknya diberi portal penghalang agar tidak sembarangan orang bisa memasukinya. Portal penghalang tersebut bisa ditempatkan tepat di samping pos penjagaan di pintu masuk atau gerbang permukiman. Ada baiknya juga bagi setiap warga yang memasukinya membuka jendela mobil agar satpam bisa mengenali apakah orang tersebut termasuk warga permukiman ataukah orang asing. Jika orang asing, maka wajib ditanya apa keperluannya memasuki permukiman dan pada siapa ia berkepentingan, serta meninggalkan identitas diri berupa KTP misalnya. 

3. Menumbuhkan Rasa Saling Menjaga dan Memiliki Antar Warga

Kebersamaan bisa menumbuhkan rasa saling menjaga dan memiliki antar warga. Meski tidak bisa untuk sering bersama karena kesibukan masing-masing warga, namun tidak ada salahnya untuk sesekali menyempatkan waktu untuk mengenal, menyapa, berkumpul bersama pada momen tertentu di area permukiman. Dengan demikian maka rasa peduli antar tetangga akan tumbuh, termasuk saat mengetahui ada hal yang mencurigakan di suatu rumah, maka tetangga bisa segera bertindak untuk membantu meminimalisir dampak negatif yang mungkin saja terjadi akibat hal yang mencurigakan tersebut.

4. Tidak Update Status di Medsos Tentang Aktivitas dan Kondisi Rumah

Kemjauan teknologi saat ini cukup berdampak pada masalah sosial yang pada akhirnya bisa mengarah pada tindakan kriminalitas. Misalnya penggunaan media sosial yang membuat banyak orang suka meng-update status tentang apa saja yang dilakukannya, dengan siapa, di mana, bagaimana situasinya, apa perasaannya dan sebagainya. Demi keamanan sebaiknya kebiasaan ini diminimalisir. Pikirkan dahulu sebelum memposting apapun ke media sosial, apakah hal tersebut baik atau tidak untuk dibagikan secara luas. Khususnya dalam hal keamanan rumah sebaiknya hindari aktivitas update status di media sosial misalnya akan pergi meninggalkan rumah untuk berwisata dalam beberapa hari, memberitahukan ada siapa saja di rumah, letak pintu, berbagai isi rumah dan sebagainya. Kita tak pernah tahu dengan pasti siapa saja yang melihat atau menerima informasi tersebut. Jika sampai diketahui oleh orang yang berniat jahat, maka hal ini bisa dengan mudah dimanfaatkan.

Meski beberapa cara diatas telah dilakukan, namun sebaiknya tetap berusaha untuk memaksimalkan keamanan rumah beserta isi dan penghuninya dengan langkah yang lebih tepat, yakni dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi seperti memasang home smart alarm. Gunakan smart alarm Kanasecure W20, sistem alarm pintar yang bisa dipantau jarak jauh melalui smartphone Anda. Smart alarm persembahan Kana ini memiliki banyak fitur unggulan untuk memaksimalkan keamanan rumah, aset dan anggota keluarga di rumah. Saat smart alarm Kanasecure W20 dalam kondisi aktif (arm) maka detektor atau sensor yang terpasang di pintu dan jendela bagian dalam akan mendeteksi kejadian abnormal di sekitar rumah, termasuk jika ada gerak gerik orang yang mencurigakan dan kemungkinan besar hendak melancarkan aksi kejahatannya. Sistem alarm pintar ini akan mengeluarkan bunyi keras yang bisa membuat penjahat kaget saat berupaya memasuki rumah Anda. 

Share this info