Pelecehan Anak di Tempat Ibadah – Sistem Keamanan di Berbagai Tempat itu Penting!



Baru-baru ini kita dibuat terkejut bahkan geram hingga mengelus dada melihat kasus pelecehan anak perempuan yang terjadi di tempat tak biasa, yakni tempat ibadah. Entah setan apa yang merasuki remaja pria berusia 17 tahun yang tiba-tiba masuk ke barisan ibadah khusus wanita di dalam masjid dan langsung menghampiri dan melecehkan anak perempuan yang kala itu sedang melakukan ibadah sholat Isya’. Orangtua korban pun melapor ke pengurus masjid, dan setelah dilakukan pengecekan rekaman CCTV, benar adanya didapati kejadian tersebut saat korban sedang melakukan sholat Isya’ bersama ibunya.

Kasus Kekerasan dan Pelecehan Anak & Perempuan Kian Meningkat

Memang sangat disayangkan, di mana jumlah kasus kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan dan anak meningkat tajam dari tahun ke tahun. 

Sepanjang awal tahun 2021 saja, sejak Januari hingga Mei ini, pemberitaan di berbagai media tanah air hampir tak pernah absen dari kasus pelecehan dan kekerasan pada anak. Kekerasan verbal, seksual, fisik, psikis seakan terus mengintai anak-anak dan mengancam masa depan mereka. Sejak 1 Januari hingga 16 Maret 2021 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) telah mencatat sebanyak 426 kasus kekerasan seksual dari total 1.008 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia.

Tak terkecuali di masa pandemi, anak-anak banyak yang menjadi sasaran kekerasan hingga dieksploitasi dengan alasan sulitnya ekonomi. Beberapa alasan mengapa anak jadi sasaran empuk pelecehan, kekerasan dan eksploitasi antara lain dikarenakan kondisi psikologis anak yang labil sehingga mudah dikendalikan, mudah diperalat untuk kepentingan oknum tertentu, dianggap lebih lemah daripada orang dewasa serta mudah ditekan secara psikologis.

Beberapa kasus lain terkait pelecehan dan kekerasan anak yang cukup menggemparkan selama awal 2021 ini antara lain:

  • Pencabulan anak di bawah umur yang dilakukan oleh WNA pada Februari 2021.
  • Ayah menyiksa anak kandungnya yang masih berusia 7 bulan karena rewel yang terjadi pada Maret 2021.
  • Ayah menganiaya 4 anaknya dengan berdalih sebagai bentuk cara mendidik yang terjadi di bulan Maret 2021.
  • Pemukulan anak di dalam minimarket pada Maret 2021.
  • Bocah tunarungu yang dianiaya pada April 2021.
  • Kakek mencabuli cucu tiri yang masih berusia 7 tahun hingga meninggal dunia pada April 2021.
  • Ayah kandung menyiksa anaknya yang berusia 5 tahun sebagai pelampiasan karena cemburu ke ibu korban yang juga merupakan mantan istrinya, pada Mei 2021.

Pentingnya Sistem keamanan di Berbagai Tempat

Mirisnya, para pelaku tidak selalu orang asing, namun banyak diantara mereka yang merupakan orang dekat, bahkan anggota keluarga. Tindakan kejahatan itu pun terjadi di berbagai tempat, mulai dari jalanan, pusat perbelanjaan, rumah, hingga tempat ibadah. Seolah tak ada tempat yang benar-benar aman bagi anak-anak. Untuk itu, sangatlah penting adanya sistem keamanan yang efektif dan maksimal di berbagai tempat. Pasang CCTV baik di tempat umum maupun pribadi. Banyaknya kasus pelecehan dan kekerasan yang terjadi pada anak seringkali dapat terungkap dengan adanya rekaman CCTV. Hasil rekaman CCTV tersebut menjadi media pelacakan pelaku yang efektif dan sebagai bukti kuat untuk menindak para oknum yang tidak bertanggung jawab. Pada rumah, tempat ibadah, sekolah, dan berbagai tempat indoor lain sangat penting untuk dilengkapi juga dengan pemasangan Smart Alarm agar lebih mudah dilakukan pemantauan serta antisipasi tindak pelecehan dan kekerasan pada anak.

Share this info