Punya Usaha, Wajib Paham Seluk Beluk Risiko Operasional Bisnis



Risiko adalah bagian tak terpisahkan dari sebuah bisnis atau usaha. Semakin bertumbuh sebuah usaha maka semakin meningkat kompleksitas aktivitasnya yang dapat menempatkan organisasi usaha atau perusahaan tersebut pada tingkat risiko yang lebih tinggi pula. Untuk itu, dibutuhkan manajemen risiko sebagai langkah pencegahan sekaligus solusi agar perusahaan dapat bertahan bahkan terus berkembang.


RISIKO OPERASIONAL BISNIS ADALAH
Salah satu jenis risiko yang sering ditemui dalam sebuah usaha atau bisnis adalah risiko operasional. Pada umumnya, risiko operasional bisnis berkaitan dengan berbagai masalah yang bersumber dari kegagalan suatu proses atau prosedur kerja. Risiko operasional bisnis ini merupakan risiko yang dapat memberikan pengaruh pada seluruh aktivitas usaha atau bisnis karena merupakan suatu hal yang bersifat inheren atau tidak dapat dipisahkan dan berhubungan erat satu sama lain.


PENYEBAB TERJADINYA RISIKO OPERASIONAL BISNIS
Risiko operasional bisnis yang pada dasarnya mengarah pada kegagalan yang tidak diharapkan pada suatu usaha atau bisnis ini dapat disebabkan oleh faktor eksternal maupun internal perusahaan. Adapun faktor eksternal biasanya dalam bentuk force majeur atau bencana alam, hingga aksi massa. Sedangkan faktor internal dapat berupa kesalahan teknis, penggunaan teknologi yang sudah tidak efektif serta kesalahan pada karyawan.


CONTOH RISIKO OPERASIONAL BISNIS
Bentuk nyata risiko operasional bisnis pada setiap perusahaan bisa berbeda-beda. Berikut beberapa contoh risiko operasional bisnis yang sering dialami oleh perusahaan:

  • Karyawan kurang memiliki integritas, misalnya: karyawan melakukan aktivitas di luar otoritasnya, menggelapkan uang perusahaan dan melakukan berbagai kecurangan lain dalam bekerja, atau sekedar kurang cakap dalam melaksanakan pekerjaannya.
  • Perusahaan terlalu tergantung pada karyawan kunci tertentu, sehingga perusahaan akan menghadapi masalah apabila karyawan yang bersangkutan sudah tidak bekerja di perusahaanya.
    Pemilihan karyawan yang tepat dan berkualitas serta usaha peningkatan mutu karyawan lewat beragam program self assesment mutlak diperlukan untuk meminimalkan risiko operasional bisnis yang bersumber dari manusia atau karyawan.
  • Kerusakan yang terjadi pada data, kesalahan dalam pemrograman, sistem keamanan yang kurang baik, hingga penggunaan alat operasional bisnis yang tak lagi efektif. 
Bentuk-bentuk risiko operasional bisnis yang sering terjadi ini bisa bersumber dari manusia maupun sistem. Oleh sebab itu, dibutuhkan solusi yang dapat menangani dari kedua aspek yang saling berkaitan tersebut. Misalnya, kesalahan pencatatan data keluar masuknya produk yang paling banyak dialami oleh bisnis di berbagai skala. Untuk mengatasinya bisa menggunakan alat teknologi yang dapat meminimalisir risiko kesalahan pencatatan data keluar masuk produk akibat kesalahan karyawan sekaligus sistemnya. Seperti penggunaan barcode scanner yang tidak hanya mudah digunakan sehingga dapat menambah efektivitas dan efisiensi kerja karyawan, namun juga berbasis teknologi mutakhir sehingga memperbaiki sistem pendataan produk yang lebih optimal. Teknologi seperti ini sudah ada pada  Barcode Scanner Wireless Logic LS-34W atau Barcode Scanner Logic QR-80W yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bisnis.


MANAJEMEN RISIKO OPERASIONAL BISNIS
Untuk menghadapi segala kemungkinan risiko operasional pada bisnis, maka penting untuk memiliki manajemen risiko operasional yang baik. Manajemen risiko operasional merupakan wujud tindakan preventif atau pencegahan akan kemungkinan terjadinya kesalahan dalam proses kerja. Pada umumnya, manajemen risiko operasional dilengkapi dengan sanksi guna mencegah faktor eksternal dan internal penyebab risiko dalam proses kerja, baik pada proses, sistem, manusia serta kejadian di luar kendali perusahaan.

Agar manajemen risiko operasional berjalan baik dan teratur, maka perlu dibentuk setidaknya 3 tim pertahanan khusus yang bertugas dan berfungsi pada lini preventif atau pencegahan, detektif atau pencari data, dan korektif atau pengeksekusi aksi.


TAHAPAN MANAJEMEN OPERASIONAL BISNIS
Terdapat 4 tahapan dalam manajemen operasional bisnis yang saling terkait, yakni:

  1. Identifikasi, yaitu proses untuk melihat atau memperhatikan secara teratur atas paparan risiko operasional dan penerapan manajemen risiko operasional yang dilengkapi dengan tugas pelaporan internal dan eksternal terkait paparan risiko yang telah terjadi.
  2. Pengukuran, yaitu proses dalam menilai risiko operasional akan sistem, produk dan jasa agar dapat mengetahui profil risiko bisnis secara kuantitatif berdasarkan data real, serta efektivitas penerapan manajemen risiko operasional.
  3. Pemantauan, yaitu proses mengamati secara berkelanjutan atas paparan risiko operasional dan penerapan manajemen risiko operasional yang disertai dengan pelaporan.
  4. Pengendalian, yaitu proses untuk memastikan bahwa risiko operasional berada pada tingkat serendah mungkin yang masih dapat diterima oleh bisnis atau perusahaan.
Risiko memang suatu hal yang tak mungkin bisa dihindari oleh setiap bisnis. Namun dengan memahami seluk beluk risiko operasional bisnis, maka perusahaan akan dapat memiliki manajemen risiko yang andal dan optimal, sehingga bisnis bisa mampu untuk tetap bertahan ketika dihadapkan dengan risiko yang ada.

Share this info