Saatnya Bekerja Cerdas Agar Lebih Produktif

Bekerja keras dengan bekerja cerdas apa bedanya? Perbedaannya sangat jauh sekali. Bekerja keras adalah bekerja tanpa kenal waktu dan lebih banyak menghabiskan tenaga. Sedangkan bekerja cerdas adalah bekerja dengan bijaksana menghabiskan waktu kerja yang telah ditentukan. Hal ini pun juga pernah dibahas oleh Belle Beth Cooper yaitu seorang pembuat konten di Buffer. “Di Buffer, kami menekankan kepada seluruh anggota tim untuk bekerja dengan lebih cerdas. Seluruh anggota tim harus punya waktu tidur yang cukup, mendapatkan waktu untuk berolahraga, punya kesempatan berekreasi — dengan begini mereka akan lebih produktif saat bekerja. Selama ini banyak orang terjebak dalam pusaran kerja terlalu keras. Mereka tidak bisa berhenti menyentuh pekerjaan dan memikirkan berbagai tugas yang harus diselesaikan — meski di hari libur sekalipun. Kita terlalu mudah untuk jatuh pada lingkaran yang bernama: selalu bekerja setiap saat.”

Jadi intinya, bekerja cerdas adalah suatu usaha untuk menyeimbangkan seluruh lini kehidupan sehingga nantinya akan membawa dampak positif pada produktivitas kerja. Dengan bekerja cerdas maka Anda dapat meluangkan banyak waktu bersama keluarga, melakukan hobi, bertemu dengan teman atau kerabat, dan kegiatan lainnya. Tentunya Anda tidak mau bekerja terlalu keras sehingga tidak sempat bersama keluarga dan melakukan kegiatan menyenangkan lainnya, bukan? Berikut kami berikan cara mudah mengawali bekerja cerdas di tempat kerja.

1.      To do list

Daripada menempatkan banyak hal sekaligus dalam daftar pekerjaan Anda, lebih baik buat to do list sesingkat mungkin yaitu dengan 3 tugas terpenting saja. Syaratnya, 3 tugas ini harus merupakan tugas yang paling cepat diselesaikan atau jika tidak segera dikerjakan akan membuat Anda harus lembur semalaman. Setelah 3 tugas terpenting ini bisa Anda selesaikan di awal hari, maka sisa hari yang Anda jalani akan terasa lebih ringan. Inilah cara efektif bekerja secara cerdas, Anda belajar untuk menempatkan prioritas paling penting sesuai urgensi tugas yang ada.

2.      Fokus pada pekerjaan yang bisa diselesaikan

Produktivitas bukan lagi tentang seberapa banyak tugas yang bisa Anda selesaikan, tapi tentang tugas apa saja yang bisa Anda lakukan dan selesaikan hari ini. Bagilah pekerjaanmu menjadi bagian-bagian kecil agar mudah dikerjakan. Misalnya, Anda adalah seorang penulis yang akan menulis artikel, maka pembagiannya adalah membuat bagian pembuka, isi, analisis data, dan penutup. Dengan membagi pekerjaan ke bagian-bagian kecil, Anda jadi tahu apa yang harus dilakukan sampai garis akhir.

3.      Kurangi kebiasaan yang banyak menghabiskan waktu

Memang yang namanya bekerja tak lepas dari kejenuhan akan hal yang monoton. Setiap hari yang dikerjakan tugas itu saja sampai Anda merasa bisa mengerjakan tugas tersebut dengan menutup mata karena sudah hafal sekali cara mengerjakannya. Akhirnya Anda mencari hiburan dengan membuka media sosial, main smartphone atau menonton video lucu. Anda harus ingat, waktu terus berjalan. Jangan sampai kebiasaan yang disebutkan di atas dilakukan terlalu sering. Lebih baik kerjakan dulu semua tugas yang diberikan baru beristirahatlah mencari hiburan. Atau setelah mengerjakan tugas selama 30 menit, istirahatlah selama 5-10 menit untuk merelaksasi pikiran.   

4.      Berhenti bekerja

Maksudnya bukan berhenti bekerja dengan keluar dari perusahaan tapi berhenti sejenak dari rutinitas kerja. Ada pepatah mengatakan, “Home is where the heart is.” Artinya, rumah adalah tempat di mana hati Anda berada. Jadi, saat sudah sampai di rumah kesampingkan pikiran mengenai pekerjaan di kantor, bercengkeramalah dengan keluarga dan istirahatlah yang cukup. Kehidupan pribadi tidak boleh dicampur adukkan dengan pekerjaan di kantor agar terjadi keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari. Dijamin, istirahat yang cukup di rumah akan membuat Anda lebih produktif bekerja keesokan harinya.

Begitulah cara mudah mengawali bekerja cerdas yang bisa Anda terapkan mulai dari sekarang. Yang terpenting beri waktu untuk diri sendiri karena sisi kehidupan Anda bersama keluarga jauh lebih berharga. 


Sumber gambar: teleskill.net 

Share this info