Wajib Tahu! Inilah Tindakan Penyelamatan Diri Saat Terjadi Kebakaran


Kebakaran adalah kejadian yang wajib diwaspadai tidak hanya di rumah tapi juga di lingkungan sekitar, pabrik, maupun perkantoran. Si jago merah dapat melahap gedung atau bagunan serta harta benda tanpa sisa sehingga menyebabkan kerugian yang tidak dialami 1 orang saja. Ada beberapa hal yang dapat memicu kebakaran, di antaranya adalah sebagai berikut.


1.
Kelalaian dalam menggunakan peralatan listrik


Syarat utama terbentuknya api adalah panas. Beberapa peralatan listrik berpotensi menyebabkan kebakaran. Selalu ingat untuk mematikan dan mencabut kabel peralatan listrik yang tidak digunakan. Jangan biarkan peralatan listrik menyala selama 1 malam penuh kecuali saat dibutuhkan.

2. 
Karena overloading stop kontak


Jangan menyambung kabel dan banyak peralatan pada satu stop kontak agar tidak mengakibatkan overheating yang berpotensi menjadi kebakaran. Pastikan menggunakan 1 plug di setiap soket serta tidak menggunakan peralatan lebih dari 13 A untuk 300 Watt di seluruh stop kontak.

3.
Sampah, cairan atau gas yang mudah terbakar


Di beberapa tempat kerja terutama di bidang industri yang menyimpan bahan yang mudah terbakar seperti etilena, minyak, kertas, kain lap dan sebagainya wajib berhati-hati. Apalagi kalau di tempat kerja disediakan dapur atau pantry yang menyimpan gas LPG, peristiwa kebocoran gas harus dihindari.

Oleh sebab itu, sudah seharusnya semua perusahaan menerapkan standar pengamanan dalam mencegah kebakaran yaitu dengan menyediakan alat pemadam kebakaran ringan (apar), hidran, alarm, dan jalur evakuasi. Jika standar pengamanan ini tidak diterapkan dengan optimal maka kobaran api akan sulit dicegah dan banyak korban jiwa. Perusahaan juga wajib menghimbau para karyawan bagaimana tindakan penyelamatan diri saat terjadi kebakaran sebagai berikut.


1.
Jangan panik


Jika terjadi kebakaran di dalam gedung, jangan panik. Segera cari sumber api dan padamkan api jika masih bisa dilakukan. Untuk memadamkan kebakaran ringan bisa dengan alat pemadam api ringan atau karung goni yang telah dicelupkan ke dalam air (harus basah menyeluruh). Cara memadamkan api dengan karung goni yaitu, pegang sisi samping atas karung goni dan berjalan ke sumber kebakaran mengikuti arah angin agar terhindar dari api yang menyambar. Berlindunglah di balik karung dan tutupi benda yang terbakar dengan karung goni, tapi jangan melemparnya. Jika api belum padam, segera selamatkan diri dengan melewati rute keselamatan atau jalur evakuasi yang telah disiapkan, lalu hubungi pemadam kebakaran.

2. 
Segera matikan peralatan listrik dan kompor


Ketika mendengar alarm kebakaran, jangan terburu meninggalkan meja kerja karena biasanya kebakaran terjadi akibat hubungan arus pendek listrik. Sebaiknya matikan dan cabut kabel peralatan listrik dan kompor terlebih dahulu. Setelah itu, amankan dokumen penting dan lari keluar gedung.

3.
Lindungi saluran pernapasan


Lindungilah hidung dan mulut dengan tisu, tisu basah, saputangan, maupun atasan yang dipakai agar asap tidak masuk dan mengakibatkan sesak napas. Tetaplah bernapas perlahan. Karena asap bergerak ke atas, bungkukkan badan serendah mungkin atau merangkaklah. Meskipun terjebak dalam kondisi yang ramai, tetaplah mencari jalan lain ke ujung ruangan, lorong, tangga atau jendela jika memungkinkan sembari membungkukkan badan.

Peristiwa kebakaran seringkali terjadi karena kelalaian manusia. Cara terbaik melindungi perusahaan adalah dengan melatih semua karyawan untuk lebih peduli dengan keselamatan, memberikan pengarahan dan penyebab potensi kebakaran seperti yang dijelaskan pada poin-poin di atas dan mengarahkan mereka untuk melaporkan tiap kali ada potensi kebakaran. Lengkapi pula perusahaan maupun rumah Anda dengan smart alarm kanasecure W20 yang dapat mendeteksi kebocoran gas dan kebakaran sehingga Anda bisa segera menghubungi pemadam kebakaran untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Share this info